“Oaa..oaa..oaa” Terdengar suara tangisan bayi dari dalam kamar bersalin.Ternyata itu adalah suara bayi dari seorang ibu bernama Novia Nurul Danianti dan bapak Daniel Saputra Dermawan.”Anaknya berjenis kelamin perempuan pak,silahka di adzan kan terlebih dahulu.” Kata salah seorang suster.Dan di adzan kanlah bayiecil nan mungil bernama Nona Tiara Dermawan itu oleh bapaknya,Pak Daniel.
***3 tahun kemudian
19 April 1999,Nona berumur 3 tahun.Ulang tahunnya dirayakan begitu meriah.Orang tuanya memang orang berada jadi mereka cukup mampu membahagiakan Nona.Tapi dihari bahagia itu ada sedikit ganjalan dihati kedua orangtua Nona.Karena di umur 3 tahun nona masih juga belum bisa berbicara.Nona tuna rungu.Yaaa,meskipun begitu,ayah dan bundanya tetap sayang kepadanya.Mereka tak pernah menyalahkan siapa-siapa atas kekurangan Nona.Menurut mereka Nona adalah titipan Tuhan dan mereka hanya harus menjaga Nona dengan sebaik-baiknya.
***4 tahun kemudian
Ditahun ke-7 Nona sudah disekolahkan di SLB (Sekolah Luar Biasa) Harapan Kita.Setiap hari Nona diantar jemput oleh supir da pengasuhnya.Mereka adalah Mang Asep dan Bi Inah.Dari hari kehari perhatian kedua orangtua Nona semakin berkurang,mereka hanya memikirkan masalah pekerjaan saja.Untung ada mang Asep dan bi Inah yang siap memperhatikan Nona kapan saja dan dimana saja.Nona sangat rindu akan kasih sayang Ayah dan Bundanya,setiap mereka pulag kerja Nona selalu menyeret baju keduanya untuk dibawa ke kamar.Di kamar itu Nona ingin memperlihatkan hasil lukisannya yang bergambar Ayah dan Bunda sedang menuntun dirinya di taman dekat rumah.Tetapi mereka tak pernah memperdulikan Nona.Mereka hanya tersenyum lalu keluar dari kamar Nona.Nona amat sedih,ia memang tak mengerti apa-apa.Ia haya tertawa saat bahagia dan menangis saat terluka,ia tak pernah bias bicara.
***2 tahun kemudian Hari-hari Nona masih seperti biasa,masih sangat-sangat membosankan.Supir dan pengasuhnya pun ikut bosan dengan kehidupan Nona.Sampai pada suatu hari entah mengantuk atau lelah,mang Asep menabrak pohon saat membawa mobil waktu pulang kerumah.Saat itu malah hari,karena Nona habis pulang belajar tambahan.Saat mobil menabrak pohon,Nona duduk tepat dibelakang mang Asep.Mobil rusak hebat dan Nona mengalami luka berat higga akhirnya dibawa ke Rumah Sakit terdekat.Nona kritis,kemudia koma.
***4 tahun kemudian
Nona masih terbaring diRSHS Bandung.Ia masih koma.Kamar Rumah Sakit kini sudah menjadi seperti kamarnya.Aksesoris seperti lampu dan hordengnyapun kini sudah berwarna baby pink.Semua dibuat senyaman mungkin,karna kata seorang psikolog apabila seseorang yang sedang sakit diberi kenyamanan,meskipun dia koma dia akan tetap merasakan kebahagiaan walaupun dibawah alam sadarnya.
Semua lukisan Nona pun dibawa dan ditempel di kamar Rumah Sakit.Sampai lukisan terakhirnya yang bergambar Ayah dan Bundanya yang melepaskan tangan Nona pun ditempel dikamar itu.
Entah sebuah pertanda atau apa,lukisan itu memiliki arti yang sangat misterius sekaligus berharga karena dilukisan itu ada tulisan yang berbunyi Aku sayang Ayah dan Bunda walaupu aku tak pernah bisa mengungkapkannya lewat berbicara.Ternyata tulian itu dibuat oleh Nona dan dibantu oleh ibu Siska yang mengajar di SLB dimana Nona bersekolah.Nona ingin menuliskan kata-kata itu dan ia bicara lewat bahasa isyarat pada ibu Siska,.
Saat mengetahui itu semua,Ayah dan Bunda menangis sedih menyadari anaknya sangat sayang kepada mereka.Padahal beberapa tahun terakhir perhatian keduanya sudah terfokus hanya pada pekerjaan saja.”Aku menyesal telah menyia-nyiakan Nona” lirih Ayah.Sedangkan bunda haya bisa meneteskan air mata sambil memandang Nona yang terbaring di tempat tidur.***1 tahun kemudian
Pihak keluarga telah pasrah akan keadaan Nona.Mereka tak punya apa-apa lagi tuk membiayai perawatan Nona.Mereka memilih untuk menvabut semua alat medis yang terpasang ditubuh Nona.Nona masih koma,tapi kini ia dirawat di rumah.Seminggu setelah dirawat dirumah,Nona membuaka matanya.Dia tersadar.”eehh..euuhh..euhh” Nona bersuara.Ayah dan Bunda terkejut dan langsung mengucap syukur.”Alhamdulillah ya Allah,Nona..ini Bunda naakk.” Lirih Bunda.Tapi Nona hanya tersenyum sambil menangis.kemudian ayahnya berbicara “Nona,lekas sembuh yaaa.. ayah kangen Nona. Maaf selama ini Ayah menyia-nyiakan Nona..” Ucap ayah sembari tersedu.Namun Nona masih tetap tersenyum sembari menangis.Lalu dia mengangkat telunjuknya dan menunjukkan ke lukisan yang terakhir dia buat.Pada saat Ayah dan Bunda menengok ke lukisan itu,Noda bersuara “Aaah..Ndaa..Na yang ahh ndaaa..” Lalu Suara Nona semakin mengecil dan melemah.Mata Nona terlelap perlahan-lahan.Ia meninggalkan Ayah dan Bundanya untu selama-lamanya.Nona meninggal.
Ayah dan Bunda tak bisa berkata apa-apa.Mereka menangis sambil memeluk jasad Nona.Mereka akhirnya tau selama ini Nona berusaha mengucapkan kata “Nona sayang kalian ayah dan bunda..” tetapi sayangnya mereka berdua menyia-nyiakan Nona.Dan akhirnya Nona pergi untuk selama-lamanya..Kini Nona telah bahagia dialam sana meskipun tak pernah bisa berbicara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar